Perjalanan bersama Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah Menyambut Pecinta Kesucian jiwa mengarungi Lautan Tanpa Tepi Mencari Barokah dan Menabur Barokah untuk Sesama.

Rabu, 27 Februari 2013

SYEIKH MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI
 Muhammad Nafis bin Idris bin Husein, demikianlah nama lengkapnya, ia lahir sekitar tahun 1148 H.11735 M., di kota Martapura, sekarang ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dari keluarga bangsawan atau kesultanan Banjar yang garis silsilah dan keturunannya bersambung hingga Sultan Suriansyah (1527-1545 M.) Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam, yang dahulu bergelar Pangeran Samudera.
Silsilah lengkapnya adalah: Muhammad Nafis bin Idris bin Husein bin Ratu Kasuma Yoeda bin Pangeran Kesuma Negara bin Pangeran Dipati bin Sultan Tahlillah bin Sultan Saidullah bin Sultan Inayatullah bin Sultan Musta’in Billah bin Sultan Hidayatullah bin Sultan Rahmatullah bin Sultan Suriansyah.
Muhammad Nafis hidup pada periode yang sama dengan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Dan diperkirakan wafat sekitar tahun 1812 M. dan dimakamkan di Mahar Kuning, Desa Binturu, sekarang menjadi bagian desa dari Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong. Dan sekarang makam tersebut menjadi salah satu objek wisata relijius di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Selasa, 12 Februari 2013

AJARAN KETIGAPULUH

Mungkin kamu bertanya-tanya, “Apa yang harus aku lakukan dan cara apa yang harus aku pergunakan untuk mencapai tujuanku ?” Untuk ini, kamu diperintahkan untuk menetap di tempatmu dan jangan melanggar batasmu sampai diberi jalan oleh Allah yang memerintahkan kepadamu untuk menetap di tempat manapun kamu berada.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, tetaplah bersiap-siap di perbatasan negerimu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS 3:200)
Wahai orang-orang yang beriman, Allah menyuruhmu supaya bersabar, berlomba-lomba dalam kesabaran, berpegang teguh kepada kesabaran itu dan senantiasa berhati-hati. Semua ini dijadikan sebagai bagian dari diri kamu. Selanjutnya, kamu diperintahkan supaya ta’at kepada Allah, jika kamu kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, janganlah kamu menghilangkan kesabaranmu. Ketahuilah bahwa kebaikan dan keselamatan itu terletak pada kesabaran. Nabi Muhammad SAW telah bersabda, “Perumpamaan sabar dengan iman itu bagaikan kepala dengan badannya.”

Selasa, 15 Januari 2013

SILSILAH THAREQAT ASY-SYATTARIYAH SYAHID
Baginda Nabi Muhammad Saw
Al-Imam Ali bin Abi Thalib
Sayyidatina Fatimah Zahro binti Muhammad
Al-Imam Hasan bin Abi Thalib
Al-Imam Husein bin Abi Thalib
Sayyid Zaenal Abidin
Sayyid Muhammad Al-Baqir
Sayyid Ja'far Shodiq

Rabu, 02 Januari 2013

Abuya Dimyati, Keramat dari Barat

Ulama dan guru tarekat yang ‘alim dan wara’ di Banten. Nama lengkapnya adalah KH. Muhammad Dimyati bin Muhammad Amin al-Banteni yang biasa dipanggil dengan Abuya Dimyati, atau oleh kalangan santri Jawa akrab dipanggil “Mbah Dim”.

Lahir sekitar tahun 1925 dari pasangan H. Amin dan Hj. Ruqayah. Sejak kecil Abuya Dimyati sudah menampakan kecerdasan dan keshalihannya. Ia belajar dari satu pesantren ke pesantren lainnya, menjelajah tanah Jawa hingga ke pulau Lombok demi memenuhi pundi-pundi keilmuannya.

Kepopuleran Mbah Dim setara dengan Abuya Busthomi (Cisantri) dan kiai Munfasir (Cihomas). Mbah Dim adalah tokoh yang senantiasa menjadi pusat perhatian, yang justru ketika dia lebih ingin “menyedikitkan” bergaul dengan makhluk demi mengisi sebagian besar waktunya dengan ngaji dan ber-tawajjuh ke hadratillah.

Sabtu, 15 Desember 2012

AJARAN KEDUAPULUH SEMBILAN

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Kemiskinan itu hampir dapat membawa kekufuran.”
Orang yang benar-benar hamba Allah akan percaya kepada-Nya dan menyerahkan seluruh keadaan dirinya kepada-Nya. Ia percaya kepada karunia-Nya, pemberian rizki-Nya dan yakin bahwa apa saja yang telah ditetapkan oleh Allah baginya, pasti akan ia dapati serta apa saja yang dijauhkan oleh Allah darinya, pasti tidak akan ia dapati.
Firman Allah, “Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS 65:2-3)

Senin, 03 Desember 2012

Syekh Abu Nashr as-Sarraj —rahimahullah— berkata: Dikisahkan dari asy-Syibli, bahwa suatu hari ia pernah berusaha untuk wajd (tawajud) di majelisnya, lalu ia berkata, “Ah, tak ada yang tahu apa yang ada dalam hatiku selain Dia.”
Kemudian ditanya, “Ah dari apa?” Ia menjawab, “Ah dari segala sesuatu.”
Juga disebutkan darinya, bahwa pada suatu hari ia pernah ber-tawajud, kemudian memukulkan tangannya ke tembok hingga luka memar. Kemudian para sahabatnya memanggil seorang dokter. Ketika dokter itu datang, ia berkata, “Dengan bukti (syahid)
apa Anda datang kemari?” Dokter itu menjawab, “Saya datang kemari untuk mengobati tangan Anda.” Lalu asy-Syibli menempeleng dokter itu dan mengusirnya.

Selasa, 13 November 2012


Tarekat Sanusiyah bukan semata-mata tarekat biasa, melainkan ia adalah sebuah gerakan. Gerakan tajdid dan islam. Pengasasnya adalah Syeikh Muhammad Ali as-Sanusi.

Syeikh Muhammad bin Ali as-Sanusi telah dilahirkan pada hari Isnin 12 Rabiulawal 1202H/22 Disember 1787M di sebuah tempat yang bernama al-Wasitah, di Mustaghanim, Algeria.

Syeikh Muhammad Ali as-Sanusi adalah seorang ulama yang ikhlas dan suka merendahkan dirinya. Oleh itu, beliau telah mencapai kemajuan yang pesat di atas jalan kerohanian.

Tarekatnya bebas dari syirik dan khurafat. Beliau menyeru kepada ijtihad dan memerangi taqlid. Syeikh as-Sanusi yang bermazhab Maliki, akan menyalahi pendapat mazhabnya jika ada mazhab lain yang lebih mendekati kepada kebenaran.

Antara bintang dari tarekat ini adalah Umar Mukhtar sang Singa Padang Pasir yang terkenal itu.