Slametan munggah mustoko Musholla Al Mubarok serpong
Zawwiyyah Thoriqoh Qoodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya ,Tasikmalaya.
Perjalanan bersama Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah Menyambut Pecinta Kesucian jiwa mengarungi Lautan Tanpa Tepi Mencari Barokah dan Menabur Barokah untuk Sesama.
Kamis, 26 Juli 2018
Sabtu, 20 Januari 2018
Sabtu, 03 Juni 2017
Sabtu, 05 November 2016
Nama Nama Rasul Allah
313 NAMA RASUL ALLAH
Telah kita ketahui bersama bahwa nama-nama rasul yang
wajib kita hafal dan ketahui ada 25. Sedangkan jumlah keseluruhan para rasul
ada 313. Mungkin ini yang tidak banyak diketahui orang, yakni tentang nama-nama
para rasul yang berjumlah 313.
Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi
al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah
tahun 1897 M), dalam kitabnya yang berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi
Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:
فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم
واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه
امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه
الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض
والسماء.
“Barangsiapa yang menulis nama-nama rasul dan
meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan
mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap
dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang
suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat.
Dan akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta
menolak segala kejelekan. Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya
mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di
langit.”
Label:
Mimbar
Rabu, 05 Oktober 2016
Bubur Suro
Bubur Suro: Membaca Kembali Sejarah Islam
Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan
Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram
menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna
menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang
berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan
nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi
yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram,
amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan
demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya.
Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah
pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan.
Label:
Mimbar
Kamis, 29 September 2016
KekuatanSedekah
KEKUATAN SEDEKAH
Ahmad
Zain An Najah,MA *
Allah berfirman :
لَن
تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن
شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ“
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang
sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa
saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ Q.S 3: 92
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas,
diantaranya adalah :
( 1 ) TEORI KEKEKALAN ENERGI
Pada ayat di atas, Allah swt meletakkan suatu kaidah
yang sangat penting sekali di dalam kehidupan manusia. Kaidah tersebut adalah “
bahwa manusia ini tidak akan mendapatkan kebahagian dan keberhasilan di
dalam kehidupannya baik sewaktu di dunia ini maupun di akherat nanti, kecuali
jika ia mau mengorbankan apa yang dicintainya demi kehidupan manusia itu
sendiri. “
Hal itu sangat terlihat jelas pada ayat di atas. Kita
dapatkan di dalamnya, bahwa Allah swt memberikan syarat bagi setiap manusia
yang ingin mendapatkan kebaikan -dan tentunya keberhasilan – untuk terlebih
dahulu memberikan kepada orang lain sesuatu yang dicintainya, yang kemudian
kita kenal dengan istilah infak dan sedekah
Infak dan
sedekah ini benar-benar mempunyai pengaruh yang sangat signifikan atau bahkan
sangat dahsyat di dalam kehidupan manusia ini. Tidak ada seorang-pun di dunia yang
berhasil dalam bidang apapun juga, kecuali dia telah mengorbankan apa yang
dicintainya demi mencapai sebuah cita-cita yang diidam-idamkannya. Teori atau
kaidah yang diletakkan Allah tersebut, pada akhir-akhir ini ternyata
mendapatkan sambutan yang begitu hebat dari kalangan para pakar psikologi dan
orang-orang yang bergelut di dalam management dan pengolahan SDM ( Sumber Daya
Manusia ) . Mereka menyebut kaidah ini dengan « Teori Kekekalan Energi « .
Mereka percaya bahwa energi atau amal perbuatan baik yang dikerjakan manusia
tidak hilang dari alam ini, akan tetapi berubah bentuk [1].
Lihat umpamanya apa yang dinyatakan oleh John F.
Kennedy ( 1961 ) : “ Apabila suatu masyarakat-bebas tidak dapat membantu banyak
orang yang miskin, masyarakat tersebut akan gagal menyelamatkan sedikit orang
kaya “ [2]
Label:
Mimbar
Selasa, 14 Juni 2016
Memberi Namun Tidak Merasa
Membeli Gurunya
Ada seorang murid Abu Hafs yang menunggu dengan sikap dan
kesopanan yang luar biasa. Junaid berkali-kali memandangnya, karena ia sangat
terkesan dengan sikap murid Abu Hafs itu. Junaid bertanya kepada Abu Hafs,
“Sudah berapa lama ia menjadi muridmu?” “Sepuluh tahun,” jawab Abu Hafs. “Tata
kramanya sempurna, ia benar-benar bermartabat, anak muda yang sungguh
mengagumkan.” Kata Junaid.
“Ya,” ujar Abu Hafs, “Ia telah menghabiskan 17 ribu dinar
uangnya untuk keperluan kami, dan telah meminjam 17 ribu dinar lagi untuk
keperluan kami. Namun setelah semua itu, ia masih saja belum berani mengajukan
satu pertanyaan pun kepada kami.”
Label:
Mutiara
Langganan:
Postingan (Atom)


