Zawwiyyah Thoriqoh Qoodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya ,Tasikmalaya.
Perjalanan bersama Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah Menyambut Pecinta Kesucian jiwa mengarungi Lautan Tanpa Tepi Mencari Barokah dan Menabur Barokah untuk Sesama.
Kamis, 18 Juli 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Rabu, 06 Februari 2019
Kamis, 24 Januari 2019
Sabtu, 19 Januari 2019
Album Manakib
KHWahfiudin Sakam MBA (Wakil talkin TQN PP Suryalaya ) & Bpk Yasir dan anak anaknya dalam acara Manakib di Majlis Dzikir Musholla Al Mubarok Serpong .
Label:
Album Kita.
Sabtu, 12 Januari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
Kamis, 26 Juli 2018
Sabtu, 20 Januari 2018
Sabtu, 03 Juni 2017
Sabtu, 05 November 2016
Nama Nama Rasul Allah
313 NAMA RASUL ALLAH
Telah kita ketahui bersama bahwa nama-nama rasul yang
wajib kita hafal dan ketahui ada 25. Sedangkan jumlah keseluruhan para rasul
ada 313. Mungkin ini yang tidak banyak diketahui orang, yakni tentang nama-nama
para rasul yang berjumlah 313.
Al-Alim al-‘Allamah asy-Syaikh Muhammad Nawawi al-Jawi
al-Bantani (kelahiran Tanara, Serang, Banten tahun 1813 M dan wafat di Mekkah
tahun 1897 M), dalam kitabnya yang berjudul ats-Tsamaru al-Yani’ah fi
Riyadh al-Badi’ah menjelaskan:
فمن كتب اسمائهم ووضعهم فى بيته او قراها اوحملها تعظيما لهم وتكريما لذواتهم
واحتراما لنبوتهم واستمدادا من هممهم العالية واستغاثة بارواحهم المقدسة سهل عليه
امورالدنيا والاخرة وفتح عليه ابواب الخيرات ونزول الرحمة والبركات ودفع عنه
الشرور , وقال صلى الله عليه وسلم حياتهم ومماتهم سواء فهم متصرفون في الارض
والسماء.
“Barangsiapa yang menulis nama-nama rasul dan
meletakkannya di rumah atau membacanya atau membawanya dengan mengagungkan
mereka, memuliakan keberadaan mereka, menghormati kenabian mereka, berharap
dari keinginan mereka yang tinggi dan beristighatsah dengan ruh-ruh mereka yang
suci, maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. segala urusan di dunia dan akhirat.
Dan akan dibukakan pintu-pintu kebaikan dan diturunkan rahmat, keberkahan serta
menolak segala kejelekan. Rasulullah Saw. bersabda: “Hidup dan matinya
mereka (para rasul) itu sama saja, tetap beraktivitas (hidup) di bumi dan di
langit.”
Label:
Mimbar
Rabu, 05 Oktober 2016
Bubur Suro
Bubur Suro: Membaca Kembali Sejarah Islam
Bagi sebagian masyarakat Islam di Nusantara bulan
Muharram adalah bulan istimewa. Sebagai bulan pertama tahun hijriyah, Muharram
menjadi ruang ruang muhasabah (intropeksi diri) akan amal masa lalu guna
menjadi pedoman langkah masa depan. Muharram menjadi serambi sebuah rumah yang
berisikan sebelas bulan lainnya. Oleh karena itu Muharram dipercaya memantulkan
nuansa peribadatan seseorang dalam satu tahun ke depan. Seperti halnya serambi
yang bagus biasaya dimiliki sebuah rumah yang mewah. Begitu pula bulan Muharram,
amal yang shalih di bulan ini mencitrakan sebelas bulan lainnya. Dengan
demikian Muharram mempunyai kedudukan yang istimewa dibandingkan bulan lainnya.
Wajar saja jika umat muslim berbondong-bondong melakukan kebaikan dan sedekah
pada bulan ini.Secara historis, bulan Muharram juga memiliki keistimewaan.
Label:
Mimbar
Kamis, 29 September 2016
KekuatanSedekah
KEKUATAN SEDEKAH
Ahmad
Zain An Najah,MA *
Allah berfirman :
لَن
تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن
شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ“
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang
sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa
saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya “ Q.S 3: 92
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas,
diantaranya adalah :
( 1 ) TEORI KEKEKALAN ENERGI
Pada ayat di atas, Allah swt meletakkan suatu kaidah
yang sangat penting sekali di dalam kehidupan manusia. Kaidah tersebut adalah “
bahwa manusia ini tidak akan mendapatkan kebahagian dan keberhasilan di
dalam kehidupannya baik sewaktu di dunia ini maupun di akherat nanti, kecuali
jika ia mau mengorbankan apa yang dicintainya demi kehidupan manusia itu
sendiri. “
Hal itu sangat terlihat jelas pada ayat di atas. Kita
dapatkan di dalamnya, bahwa Allah swt memberikan syarat bagi setiap manusia
yang ingin mendapatkan kebaikan -dan tentunya keberhasilan – untuk terlebih
dahulu memberikan kepada orang lain sesuatu yang dicintainya, yang kemudian
kita kenal dengan istilah infak dan sedekah
Infak dan
sedekah ini benar-benar mempunyai pengaruh yang sangat signifikan atau bahkan
sangat dahsyat di dalam kehidupan manusia ini. Tidak ada seorang-pun di dunia yang
berhasil dalam bidang apapun juga, kecuali dia telah mengorbankan apa yang
dicintainya demi mencapai sebuah cita-cita yang diidam-idamkannya. Teori atau
kaidah yang diletakkan Allah tersebut, pada akhir-akhir ini ternyata
mendapatkan sambutan yang begitu hebat dari kalangan para pakar psikologi dan
orang-orang yang bergelut di dalam management dan pengolahan SDM ( Sumber Daya
Manusia ) . Mereka menyebut kaidah ini dengan « Teori Kekekalan Energi « .
Mereka percaya bahwa energi atau amal perbuatan baik yang dikerjakan manusia
tidak hilang dari alam ini, akan tetapi berubah bentuk [1].
Lihat umpamanya apa yang dinyatakan oleh John F.
Kennedy ( 1961 ) : “ Apabila suatu masyarakat-bebas tidak dapat membantu banyak
orang yang miskin, masyarakat tersebut akan gagal menyelamatkan sedikit orang
kaya “ [2]
Label:
Mimbar
Selasa, 14 Juni 2016
Memberi Namun Tidak Merasa
Membeli Gurunya
Ada seorang murid Abu Hafs yang menunggu dengan sikap dan
kesopanan yang luar biasa. Junaid berkali-kali memandangnya, karena ia sangat
terkesan dengan sikap murid Abu Hafs itu. Junaid bertanya kepada Abu Hafs,
“Sudah berapa lama ia menjadi muridmu?” “Sepuluh tahun,” jawab Abu Hafs. “Tata
kramanya sempurna, ia benar-benar bermartabat, anak muda yang sungguh
mengagumkan.” Kata Junaid.
“Ya,” ujar Abu Hafs, “Ia telah menghabiskan 17 ribu dinar
uangnya untuk keperluan kami, dan telah meminjam 17 ribu dinar lagi untuk
keperluan kami. Namun setelah semua itu, ia masih saja belum berani mengajukan
satu pertanyaan pun kepada kami.”
Label:
Mutiara
Kamis, 31 Desember 2015
Dr. Hj. Sri
Mulyati, MA
Para ahli berpendapat bahwa islamisasi Indonesia
sampai sekarang masih berlanjut.
Ini harus diartikan bahwa Islam yang datang ke
Indonesia harus melewati jalan, rentang waktu, serta corak pemikiran yang
panjang, dimulai dari Islam datang di pelabuhan-pelabuhan, diperkenalkan,
disebarkan, dikembangkan, dimantapkan dan diperbarui.
Islam yang datang ke Indonesia melalui transportasi
laut harus menyusuri pantai Laut Merah, negeri Yaman, Hadramaut, Gujarat, Pulau
Seylon, mungkin Teluk Benggala, selanjutnya sampai Patani-Thailand Selatan,
baru sampai ke Perlak. Dari Perlak menyusuri Banten, Gresik terus ke timur
melalui Mataram (Lombok) ke Maluku, tempat-tempat itu masing-masing mempunyai
peranan dalam perkembangan Islam. Dalam perkembangannya kemudian, jaringan
hubungan seperti itu terus berlanjut timbal balik dari abad ke abad, generasi
ke generasi, mula-mula berupa jaringan perdagangan, berlanjut kepada jaringan
ulama sebagaimana disebutkan oleh Azyumardi Azra, selanjutnya kepada jaringan
tasawuf tarekat sehingga perubahan apa pun yang terjadi di pusat Islam Timur
Tengah akan sangat mempengaruhi keadaan Islam di Indonesia.
Ajaran Islam dibawa oleh Nabi Muhammad yang pada masa
awal dilaksanakan secara murni. Ketika Rasulullah wafat, cara beramal dan
beribadah para sahabat dan tabi’in masih tetap memelihara dan membina ajaran
Rasul, disebut amalan salaf al-shalih.
Label:
Mimbar
Rabu, 30 Desember 2015
Mau Sampai Kapan Kita
Jauh dari Allah?
| Oleh: Sholiat Alhanin
dakwatuna.com - Tuhanmu
berfirman, “Wahai anak Adam! Sempatkanlah beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan
penuhi hatimu dengan rasa cukup dan Aku akan memenuhi tanganmu dengan rezeki.
Wahai anak Adam! Janganlah menjauh dari-Ku. Jika demikian, Aku akan memenuhi
hatimu dengan kefakiran dan Aku akan memenuhi tangan-Mu dengan kesibukan.” (HR.
Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihut Targhib wat Tarhib)
Masih banyak di sekitar kita menemui orang-orang yang
jauh dari Allah, hidup mereka dipenuhi dengan hal-hal tidak bermanfaat bahkan
membuat hati semakin keras dan tidak bercahaya. Seperti yang ditemui di jalan
raya menuju kampus.. Saya melihat segerombolan Bapak-Bapak yang berusia 40-60
Tahun dengan asyik menikmati domino, asyik menyabung ayam. Seharusnya usia
menedekati detik-detik kehidupan dihabiskan dengan kebaikan. Tidak hanya itu,
pernah pula menemui para wanita-wanita yang begitu seksi menjual kecantikan
dengan berbagai dalil terkadang kecantikan dipergunakan sebagai modal untuk
mengait mata laki-laki bermata keranjang atau atas nama kebebasan…#miris dan
jauhkan kami dari hal-hal yang tidak Engkau cintai Rabbi.
Mungkin pertemuan dengan para Bapak-bapak dan
cewek-cewek cantik adalah cara Allah mengiring kait untuk berpikir,
berkontemplasi serta mengambil hikmah. Senada dengan ungkapan Ibnu Qayyim bahwa
berbahagialah manusia yang dianugerahi Agama, pikiran dan akhlak yang selalu
bertautan dengan Rabbi.
Label:
Mimbar
Senin, 28 Desember 2015
Melayani Pembayaran ONLINE,Kavling Serpong Rt02/04,serpong Tangsel,Tlp :021 7587 1266
Hp:081 311 069 239,Pin 7DE19DA5
Label:
Jasa
Sabtu, 25 April 2015
Senin, 23 Februari 2015
Terkuaknya
Kewalian Wali Samud Semarang Oleh Mbah Hamid Pasuruan
Pada suatu waktu, ada tamu dari Kendal sowan kepada
Mbah Hamid, singkat cerita, Mbah Hamid menitipkan salam untuk Wali Samud yang
kesehariannya berada di Pasar, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap
gila oleh masyarakat Kendal dan Semarang.
Wali Samud kesehariannya berada di sekitar pasar
dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila, namun tidak pernah
mengganggu orang-orang di sekitarnya. Terkadang beliau membantu bongkar muat
barang-barang di Pasar dan tidak mau di kasih upah.
Tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitip
salam untuk Samud yang dianggap gila oleh dirinya dan orang-orang di daerahnya.
Tamu tersebut bertanya, “Bukankah Samud
tersebut adalah orang gila Kyai..?”kemudian Mbah Hamid menjawab, “Beliau
adalah Wali Besar yang menjaga Kendal dan Semarang, Rahmat Allah turun, Bencana
di tangkis, itu berkat beliau, sampaikan salamku!”
Label:
Mutiara
Selasa, 25 November 2014
MENGENAL HAKEKAT KENABIAN
Pokok dari ajaran agama adalah mengajarkan
kepada ummatnya tentang bagaimana berhubungan dengan Tuhan, cara mengenal-Nya
dengan sebenar-benar kenal yang di istilahkan dengan makrifat, kemudian baru
menyembah-Nya dengan benar pula. Apakah agama Islam, Kristen, Hindu dan
lain-lain, semuanya mengajarkan ajaran pokok ini yaitu bagaimana seseorang bisa
sampai kehadirat-Nya. Karena itu pula Allah SWT menurunkan para nabi/Rasul
untuk menyampaikan metodologi cara berhubungan dengan-Nya, tidak cukup satu
Nabi, Allah SWT menurunkan ribuan Nabi untuk meluruskan kembali jalan yang
kadangkala terjadi penyimpangan seiring berjalannya waktu.
Nabi Adam AS setelah terusir dari syurga bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun bertobat kepada Allah SWT tidak diampuni, setelah Beliau berwasilah (teknik bermunajat) kepada Nur Muhammad barulah dosa-dosa Beliau diampuni oleh Allah SWT, artinya Allah mengampuni Adam as bukan karena ibadahnya akan tetapi karena ada faktor tak terhingga yang bisa menyambungkan ibadah beliau kepada pemilik bumi dan langit. Lewat faktor tak terhingga itulah maka seluruh permohonan Nabi Adam as sampai kehadirat Allah SWT. Faktor tak terhingga itu adalah Nur Muhammad yang merupakan pancaran dari Nur Allah yang berasal dari sisi-Nya, tidak ada satu unsurpun bisa sampai kepada matahari karena semua akan terbakar musnah kecuali unsur dia sendiri yaitu cahayanya, begitupulah dengan Allah SWT, tidak mungkin bisa sampai kehadirat-Nya kalau bukan melalui cahaya-Nya
Nabi Adam AS setelah terusir dari syurga bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun bertobat kepada Allah SWT tidak diampuni, setelah Beliau berwasilah (teknik bermunajat) kepada Nur Muhammad barulah dosa-dosa Beliau diampuni oleh Allah SWT, artinya Allah mengampuni Adam as bukan karena ibadahnya akan tetapi karena ada faktor tak terhingga yang bisa menyambungkan ibadah beliau kepada pemilik bumi dan langit. Lewat faktor tak terhingga itulah maka seluruh permohonan Nabi Adam as sampai kehadirat Allah SWT. Faktor tak terhingga itu adalah Nur Muhammad yang merupakan pancaran dari Nur Allah yang berasal dari sisi-Nya, tidak ada satu unsurpun bisa sampai kepada matahari karena semua akan terbakar musnah kecuali unsur dia sendiri yaitu cahayanya, begitupulah dengan Allah SWT, tidak mungkin bisa sampai kehadirat-Nya kalau bukan melalui cahaya-Nya
Label:
Mimbar
Langganan:
Postingan (Atom)












